My life through the startled air,
Beware of the branch of the palm tree;
But like the feelings of sadness,
Overcome it with the affluence of love and time.
On my wedding night,
On your wedding night,
On his wedding night,
On her wedding night,
Like the skeletons left over after a feast;
My life is a gesture of a command.
A joyous bridegroom through the startled air,
In a pleasant land to think about my Maker;
By land or by sea i will follow Him.
Love is sunshine but hate is a shadow,
The day is restless but the night is quiet,
Man is imperious but woman is feeble,
From afar off with words from my mind to toch you;
It was for another from of life like,
The dexterity of my struggles in this world.
This vessel is always strong to move on,
Like my life through the startled air;
Though it bends me, it will always obey me.
I saw the man,
How handsome he was!
Wide open to the air with faces of her children.
My love is pure like a shape in the moonlight,
My heart is clean like the village clock to lead me on;
For my wants are but a few on this journey like,
The affluence of love and time to overcome.
Senin, 26 Juli 2010
Bond of Love
Two hearts
Joined together
In a bond
Greater than heaven
Two souls
Joined together
Bound by love
Greater then the cosmos
Two friends
Come together
To join forever
In the bond of marriage
Friend and family
Watched them go
To the place
Of heart filled bliss
We wish them love
We wish them caring
We wish them happiness
And we wish to them the future
First they were just friends
Then they were more
From this day on
They are one forever more
Joined together
In a bond
Greater than heaven
Two souls
Joined together
Bound by love
Greater then the cosmos
Two friends
Come together
To join forever
In the bond of marriage
Friend and family
Watched them go
To the place
Of heart filled bliss
We wish them love
We wish them caring
We wish them happiness
And we wish to them the future
First they were just friends
Then they were more
From this day on
They are one forever more
Minggu, 11 Juli 2010
Memahami Mengapa Wanita Menangis
Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bertanya pada ibunya. "Ibu, mengapa Ibu menangis?". Ibunya menjawab, "Sebab aku wanita". "Aku tak mengerti" kata si anak lagi. Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat. "Nak, kamu memang tak akan pernah mengerti...." Kemudian anak itu bertanya pada ayahnya. "Ayah, mengapa Ibu menangis?, Ibu menangis tanpa sebab yang jelas". sang ayah menjawab, "Semua wanita memang sering menangis tanpa alasan". Hanya itu jawaban yang bisa diberikan ayahnya. Sampai kemudian si anak itu tumbuh menjadi remaja, ia tetap bertanya-tanya, mengapa wanita menangis. Hingga pada suatu malam, ia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan, "Ya Allah, mengapa wanita mudah sekali menangis?" Dalam mimpinya ia merasa seolah Tuhan menjawab, "Saat Kuciptakan wanita, Aku membuatnya menjadi sangat utama. Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya, walaupun juga bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur. Kuberikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan dan mengeluarkan bayi dari rahimnya, walau kerap berulangkali ia menerima cerca dari anaknya itu. Kuberikan keperkasaan yang akan membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah saat semua orang sudah putus asa. Kepada wanita, Kuberikan kesabaran untuk merawat keluarganya walau letih, walau sakit, walau lelah, tanpa berkeluh kesah. Kuberikan wanita, perasaan peka dan kasih sayang untuk mencintai semua anaknya dalam kondisi dan situasi apapun. Walau acapkali anak-anaknya itu melukai perasaan dan hatinya. Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada bayi-bayi yang mengantuk menahan lelap. Sentuhan inilah yang akan memberikan kenyamanan saat didekap dengan lembut olehnya. Kuberikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya melalui masa-masa sulit dan menjadi pelindung baginya. Sebab bukannya tulang rusuk yang melindungi setiap hati dan jantung agar tak terkoyak. Kuberikan kepadanya kebijaksanaan dan kemampuan untuk memberikan pengertian dan menyadarkan bahwa suami yang baik adalah yang tak pernah melukai istrinya. Walau seringkali pula kebijaksanaan itu akan menguji setiap akesetiaan yang diberikan kepada suami agar tetap berdiri sejajar, saling melengkapi dan saling menyayangi. Dan akhirnya Kuberikan ia air mata agar dapat mencurahkan perasaannya. Inilah yang khusus Kuberikan kepada wanita, agar dapat digunakan kapan pun ia inginkan. Hanya inilah kelemahan yang dimiliki wanita, walaupun sebenarnya air mata ini adalah air mata kehidupan".
SAAT KITA LAUI BERSAMA
kebagagiaan, kesedihan ...
kini....
dirimu berbeda...
sifat
cara berbicara...
cara pandang...
semuanya berbeda...
kasih..
akankah kejujuran masih ada
di hatimu???
atau kebohongan yg selalu terucap??
kau tak tau isi hatimu
kau bukan malaikat,,
andaikan dirimu mengerti
pahir, sakit di bohongi...
ku hanya berharap kejujuran
selalu ada di hatimu
kini....
dirimu berbeda...
sifat
cara berbicara...
cara pandang...
semuanya berbeda...
kasih..
akankah kejujuran masih ada
di hatimu???
atau kebohongan yg selalu terucap??
kau tak tau isi hatimu
kau bukan malaikat,,
andaikan dirimu mengerti
pahir, sakit di bohongi...
ku hanya berharap kejujuran
selalu ada di hatimu
Langganan:
Komentar (Atom)